Part 6: Infrastruktur dan Kesiapan Market untuk Startup

Sumber foto: iprem.ca
Sumber foto: iprem.ca

Ketergantungan terbesar pada ekonomi digital yang berbasis pengetahuan ini adalah pada infrastruktur telekomonukasi. Semakin baik infrastruktur telekomomunikasi yang mendukung maka semakin baik pula ekspansi dan perkembangan yang dilakukan oleh digital ekonomi ini. Data-data berikut menjelaskan lebih detail mengenai kesiapan infrastruktur dan perluasan pasar.

Saat ini, broadband atau jaringan pita lebar telah hampir sebagian besar bisa diakses oleh masyarakat Australia. Dengan kapasitas broadband supercepat yang dimiliki oleh Australia telah mampu membawa kemajuan di semua level, baik dari sisi bisnis, pemerintahan, maupun masyarakat umum. Setiap peningkatan 10% penetrasi broadband maka akan berdampak pada peningkatan 1% pada GDP. Dengan kecepatan internet sekarang saja, dampak internet di Australia sudah setera dengan industri ekspor bijih besi.[1]

Continue reading “Part 6: Infrastruktur dan Kesiapan Market untuk Startup”

Part 5: Dukungan Pendanaan Startup

Sumber foto: fundersandfounders.com
Sumber foto: fundersandfounders.com

Pembentukan budaya entrepreneurship seperti yang dijelaskan di atas sangat dipengaruhi oleh banyak faktor keterbukaan dan urban density. Namun selain faktor tersebut, ada juga yang bepengaruh kuat dalam menciptakan ekosistem yang kuat agar startup bisa bertumbuh kembang dengan baik yaitu faktor pendanaan.

Startup yang baru tumbuh akan memiliki persoalan pokok dan mendasar yaitu persoalan pendanaan. Dengan budaya entrepeneur yang bagus tentunay mendorong banyak orang untuk terlibat di dalam dunia startup. Namun itu saja belum cukup, harus juga didukung oleh pendanaan agar startup tumbuh menjadi usaha yang sehat dan berkembang pesat.

Pada konteks ini, ada secara umum ada dua jenis pendanaan yang pada umumnya ditempuh oleh starup yaitu pendanaan awal dari negara dan investasi dari venture capital. Sudah pasti bahwa jika sebuah negara ingin memajukan ekonominya harus melihat fenomena ini sebagai peluang.

Continue reading “Part 5: Dukungan Pendanaan Startup”

Part 4: Budaya Entrepreneur

Sumber foto: entrepreneur.com
Sumber foto: entrepreneur.com

Kebijakan dari pemerintah dan dukungan dari universitas dianggap sebagai faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan startup. Namun faktor apa yang sebenarnya paling dominan yang berpengaruh dalam dunia startup? Ternyata yang paling berpengaruh adalah budaya entrepreneur, mengalahkan faktor-faktor lainnya.

The factors that contribute to a flourishing technology ecosystem have been well defined by researchers, policy makers and entrepreneurs: An entrepreneurial culture with a large number of active participants; mentoring from experienced entrepreneurs; a supportive regulatory environment; a culture of collaboration and networking; visible successes and role models; risk tolerance; easy access to risk capital; government policy with a long- term focus; and access to good technical skills. Many of these factors are cultural, rather than structural, and in many ways a strong culture comes prior to structural changes (e.g. greater access to capital or supportive regulation).[1]

Continue reading “Part 4: Budaya Entrepreneur”

Part 3: Pondasi Pengembangan Startup

Sumber foto: yourstory.com
Sumber foto: yourstory.com

Kritikan paling banyak terjadi dalam dunia perkembangan Startups adalah soal dukungan nyata dari pemerintah. Dukungan nyata ini bisa berupa dukungan pendanaan awal, membangun regulasi yang memudahkan startups tumbuh dan berkembang[1], mendorong terbangunnya inkubasi, akselerator, coworking space, dan lain sebagainya.

Kritikan semacam ini tidak saja terjadi di Indonesia, melainkan di negara-negara maju juga mengalami hal serupa. Pemerintah dituntut merespon dan mendukung dengan perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat pada dunia startup.[2] Peraturan harus ditinjau ulang dan diubah sesuai dengan perkembangan. Australia juga mengalami masalah serupa dimana pemerintah dianggap tidak terlalu perform dalam merespon perubahan dan perkembangan yang terjadi pada dunia startup.

Continue reading “Part 3: Pondasi Pengembangan Startup”

Part 2: Kenapa Harus Mendorong Startup

Sumber foto: markglobal.com/
Sumber foto: markglobal.com/

Saat ini hampir semua negara, sedang menghadapi sebuah proses transisi dari ekonomi yang tergantung pada sumberdaya alam, industri primer, dan bisnis yang fokus pada pasar domestik menjadi ekonomi yang berdasarkan pengetahuan atau knowledge-intensive business yang bersaing secara global.[1] Berdasarkan proyeksi ekonomi, teknologi startup di Australia juga memiliki potensi yang besar seperti yang disebutkan berikut:

The Australian tech startup sector has the potential to contribute $109 billion or 4% of GDP to the Australian economy and 540,000 jobs by 2033 with a concerted effort from entrepreneurs, educators, the government and corporate Australia.[2]

Continue reading “Part 2: Kenapa Harus Mendorong Startup”

Part 1: Startup antara Bisnis dan Teknis

Sumber foto: beatsuite.com
Sumber foto: beatsuite.com

Indonesia sedang menggeliat dalam hal menumbuhkan dan mendorong perkembangan startup. Hampir setiap bidang ada startup yang berdiri, dari transportasi sampai masalah kesehatan, selalu ada inovasi-inovasi baru  yang muncul dari jiwa-jiwa enerjik dalam startups.

Startup atau perusahaan rintisan memiliki definisi yang luas dan masih diperdebatkan, namun secara umum seperti yang didefinisikan oleh Small Business Administration dari pemerintah Amerika yang menyatakan Startup adalah “business that is typically technology oriented and has high growth potential“.[1]

Continue reading “Part 1: Startup antara Bisnis dan Teknis”

Permainan (ice breaking)_part 6: Hidung dan Jari

Vinci_15_fingerNose-784238Ini merupakan permainan untuk melatih koordinasi antara kemampuan visual kita dengan refleks yang kita miliki. Permainan ini diinspirasikan dari liputan khusus dari National Geographic mengenai cara kerja otak.  

Permainannnya cukup sederhana dan tanpa alat bantu, namun sangat membantuk membuat suasana menjadi cair dan mengembalikan konsentrasi dari para peserta, jika dilakukan pada sesi pelatihan. Berikut urutan-urutan permainannnya:

1. Semua peserta menunjuk hidung masing-masing dengan telunjuk kanannya. Sedangkan tangan kiri terbuka lebar di atas bahu seperti orang sedang melambaikan tanggan. Setiap jari di tangan kiri terbuka lebar. Usahakan tangan kiri ini tidak terlihat oleh mata.

Continue reading “Permainan (ice breaking)_part 6: Hidung dan Jari”

Pengembangan OpenBTS dan Peluang Kerjasama dengan Operator Seluler

Hampir semua para pemilik telepon genggam mengetahui apa yang disebut dengan BTS (Base Transceiver Station) karena dengan infrastruktur ini, setiap telepon genggam mendapatkan sinyal untuk bisa melakukan komunikasi. Tanpa disadari, BTS menjadi bagian yang vital dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun ternyata tidak banyak di antara kita yang mengetahui secara pasti dan spesifik mengenai teknologi yang ada di BTS.

Teknologi BTS adalah teknologi tinggi, berbiaya mahal, dan diatur dengan regulasi yang ketat, sehingga tidak heran tidak banyak orang bisa menjangkau dan mempelajari sistem informasi dan telekomunikasi ini. Namun saat ini, mulai banyak dikenalkan OpenBTS. Teknologi ini dianggap lebih ramah terhadap orang-orang yang tertarik pada pengembangan jaringan seluler.

Seperti apa OpenBTS tersebut? Berikut ini adalah uraian singkat mengenai pengertian dasar dan dinamika yang terjadi pada OpenBTS di Indonesia yang diperoleh dari berbagai wawancara dengan para pakar IT (information technology) dan sumber web. Continue reading “Pengembangan OpenBTS dan Peluang Kerjasama dengan Operator Seluler”

Permaian (Ice Breaking)_part 5: Gajah dan Semut

Dr_Seuss_Horton_Hears_a_Who3

Setelah hampir 2 tahun puasa mengisi training, akhir-akhir ini tiba-tiba saja kesempatan untuk memegang mic di atas panggung muncul lagi. Bahkan cukup sering daripada yang diduga. Tentu selain soal public speaking yang harus terus dilatih, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan yaitu ice breaking.

Seperti tulisan-tulisan lainnya di kategori ice breaking ini, saya lanjutkan lagi menulis game. Gami kali ini adalah game lama yang teringat kembali saat mengisi training yang terakhir sebelum tulisan ini dibuat.

Nama game atau permainan ini adalah Gajah dan Semut. Sebenarnya saya tidak tahu nama pasti dari game ini, karena selalu diturunkan dari satu trainer ke trainer lainnya. Berikut aturan mainnya:

Continue reading “Permaian (Ice Breaking)_part 5: Gajah dan Semut”