Antara lulus dan belum lulus

setelah lama kupikir-pikir ya.., ternyata yang namanya lulus dan belum lulus itu tidak ada bedanya. Aku sudah lulus sekarang setelah 7 tahun bergelar mahasiswa. Terus.., apa yang terjadi?

Udah itu aja. Cukup menggangguku saat ini.

Wonokairun

Wedhus

Bunali pethuk Wonokairun lagi angon wedhus.
“Mbah, waduh wedhus sampeyan akeh yo ?” jare Bunali
“Yo lumayan ” jare si Mbah
“Pira kabehe, Mbah ?” takon Bunali maneh
“Sing putih opo sing ireng ?”
“Sing putih, wis”
“Selawe”‘
“Wik, cik akehe. Lha sing ireng?'”
Continue reading “Wonokairun”

Rujak Ragunan

Menurut pengamatan terakhir, terjadi relokasi besar-besaran pedagang di dalam Kebun Binatang Ragunan. Dulunya, kebun binatang penuh sesak dengan pedagang dan pengunjung, yang menyebabkan sampah ada di mana-mana. Kumuh. Tapi saat ini, mulai tertata. Pedagang-pedagang direlokasi ke bagian luar kebun binatang. Memang, kebijakan relokasi ini pasti tidak populis di mata para pedagang, tapi semua pilihan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Sebaliknya, ini menjadi populis di mata pecinta lingkungan, pemerhati fauna, dan pengunjung kebun binatang karena tidak risih dengan tawaran-tawaran pedagang. Kebersihan lebih mudah dikontrol juga. Bersepeda tandem pun menjadi lebih nyaman dan romantis. Mengayuh di bawah pohon-pohon rindang, di sela-sela kandang binatang, dan dalam trek yang agak naik-turun. Eh… tapi bukan ini ide ceritanya.
Continue reading “Rujak Ragunan”

Digital Gap

Ada satu kalimat yang mengatakan kurang lebih seperti ini “Kemajuan sebuah bangsa dapat diukur salah satunya dari penggunaan teknologi, khususnya di bidang komunikasi dan informasi”. Kalimat ini ingin menyatakan bahwa semakin besar serapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari sebuah bangsa maka berpengaruh besar terhadap kemajuannya. Banyak orang mempercayai logika kalimat ini, terlepas dari hal ini bisa diperdebatkan dengan panjang.

Kalimat ini juga didukung oleh satu faktor penentu bahwa pemilik informasi pada masa ini ialah sang raja. Semakin banyak informasi yang dimilikinya maka bisa diartikan semakin besar pengetahuan yang dimilikinya, kurang lebih begitu kata filsuf botak yang selalu tersenyum dalam setiap fotonya, Michael Foucault. Pengetahuan adalah Kuasa.
Continue reading “Digital Gap”

Penyuluhan

“Saya sengat senang mengikuti penyuluhan ini, karena bisa menambah pengetahuan baru dan cara belajarnya berbeda dengan yang lain”. Hah… Penyuluhan?? Jadul banget kata ini. Sudah terasa asing di telinga. Tetapi, dalam beberapa kali kesempatan aku sering mendengar kalimat yang ada kata Penyuluhan-nya dari para peserta pelatihan (baca: pendidikan). Terasa aneh di telinga, tapi itu fakta yang gampang kita temui di pedesaan saat membuat sebuah forum pendidikan.

Setahuku, penyuluhan berasal dari kata Suluh, bahasa Jawa. Suluh berarti lentera, lampu, penerang. Sehingga ketika ada awalan Pe- dan aakhiran -an menjadi kata benda yang kurang lebih berarti Penerangan. Penerangan…, berarti ada sesuatu yang sebelumnya gelap sehingga membutuhkan sesuatu yang terang untuk lepas dari jaman jahiliyah. hehehehe. Pendek kata, ketika ada sebuah penyuluhan di sebuah desa ini berarti desa tersebut sebelumnya berada dalam jaman kegelapan.
Continue reading “Penyuluhan”

Simulasi dengan Pikiran

Aku sering melakukan simulasi dengan pikiran, dan sepanjang ingatanku selalu terbukti manjur. Salah satu simulasi pikiran yang kulakukan dengan intensif akhir-akhir ini adalah kemampuan menyetir mobil. Sudah lama mengidam-idamkan bisa mengendalikan mobil dengan sempurna, tapi belum pernah ada kesempatan. Maklum tidak punya mobil untuk berlatih. Kere. hehehehe.

Bermimpilah, maka alam semesta akan menjawabnya. Yup, aku bermimpi bahwa suatu saat aku akan kerja di sebuah tempat yang memiliki mobil kantor. hehehehe.., walaupun terkesan mimpi yang minimalis, tapi sangat asik sekali punya mimpi semacam ini. Bekerja di sebuah kantor yang punya mobil sehingga bisa dipakai untuk belajar menyetir mobil. Wah… banget rasanya. Mimpi sederhana yang selalu membuat tersenyum dan bersemangat. Sejak awal kuliah sudah tertanam mimpi ini. Akhirnya tercapai, tentu dengan cara yang unik yang didesain oleh alam semesta :).
Continue reading “Simulasi dengan Pikiran”

Jaringan, Berkelanjutan, dll: Mantra Sakti?

Sudah lama tidak naik bis ekonomi jurusan jogja-solo. Sudah lebih dari 4 tahun sepertinya. Tapi kemaren,akhirnya naik bis ini lagi. Bis yang khas, ngebut, penuh dengan pengamen, pedagang, dan seringkali penuh sesak penumpang. Setelah menaiki bis ini, maka liatlah baju anda, akan tampak arsiran tipis debu berwarno coklat gelap. Dari Jogja menuju terminal Klaten dan menunggu bis kecil menuju Crocodile Forget (Boyolali). Perjalanan mulai pukul 09.00 sampai 12.00. Di kota kecil Boyolali ketemu dengan empat radio komunitas yang sudah memulai obralan sejak pukul 11.00 tadi.

Aku tidak terlalu tahu tentang agenda apa yang dibicarakan dalam pertemuan ini. Pelan-pelan kucatat dan kudengarkan baik-baik arah pembicaraannya. Tiba-tiba saja, para pegiat radio komunitas ini menyandangkan status narasumber pada kami berdua. Weleh.. apa ini. Setelah beberapa menit, aku mulai mengerti. Salah satu agenda penting mereka adalah ingin membentuk Jaringan Radio Komunitas di Boyolali. Mereka bilang di Boyolali ada sekitar sepuluh radio komunitas, dengan beragam latar belakang tentunya. Aku juga dengar, dengan jaringan radio komunitas ini akan memperkuat posisi radio komunitas sehingga punya posisi tawar dalam mendesakkan agenda ke pemerintah daerah. Contohnya adalah soal kedaulatan pangan di Boyolali. Wah.. mulia sekali :).

Continue reading “Jaringan, Berkelanjutan, dll: Mantra Sakti?”