Menanam Pohon

Iseng membuka-buka kompas.com yang akhirnya menemukan ini http://rafflesia.wwf.or.id/cfootprint/?l=en. Software semacam ini sudah banyak dikembangkan oleh berbagai pihak, tujuannya sama yaitu untuk mengukur berapa jumlah karbon yang digunakan dan berapa jumlah kompensasi yang harus diberikan untuk mengurangi karbon tersebut.

Dalam pengkuran itu, saya menghasilkan karbon 3,95 ton pertahun!!! Waawwww… banyak sekali!!! Software ini juga menyarankan untuk menanam setidaknya 12 pohon sebagai kompensasi terhadap karbon yang saya hasilkan. Ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan.
Continue reading “Menanam Pohon”

Masih tentang FB

Kalau ada yang mencari-cari bahan tentang Peraturan Gubernur No 4 tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan Unggas, yang salah satu isinya adalah melakukan relokasi pada semua tempat yang berhubungan unggas ke wilayah-wilayah yang sudah ditentukan oleh pemerintah DKI Jakarta, maka tulisan ini mungkin bisa sedikit membantu.

Tulisan ini diperoleh dari beberapa wawancara yang dilakukan pada para pengusaha penampungan ayam, para pemotong yang biasanya menjadi penjual di pasar, dan masyarakat yang ada di sekitar tempat-tempat ayam tersebut, khususnya yang berada di Jakarta. Tulisan ini juga hasil dari kerjasama dengan FAO untuk Continue reading “Masih tentang FB”

Hidup JK…!!

Setelah sekian kali bolak-balik di Jakarta, tapi baru kali ini saya mendapatkan pengalaman yang berbeda. Untuk pertama kalinya saya menggunakan sepeda motor di Jakarta selama dua hari. Tapi saya cuma membonceng, heheheheh :).

Dalam hati saya berpikir, kenapa ada peradaban segila ini. Tidak ada yang peduli dengan orang di sekitarnya. Semuanya saling sabet, ambil kiri dan kanan seenaknya sendiri tanpa menghiraukan kendaraan yang lainnya. Anehnya lagi, kayanya tidak ada yang protes dengan cara berkedara seperti ini. Semuanya tampak normal.
Continue reading “Hidup JK…!!”

Bali di Mata Wisatawan

Kali ini saya melihat Pulau Bali jauh berbeda dari apa yang telah saya jalani selama ini. Saya orang yang tumbuh besar di Bali, sampai akhirnya saya memilih hijrah ke kota gudeg. Bali adalah rumah utama bagi saya. Namun saya pikir hal ini telah kandas karena kunjungan terakhir saya ke Bali.

Kali ini saya datang ke Bali bukan sebagai orang bali yang pulang kampung, melainkan sebagai turis domestik. Iya, saya benar-benar menjadi turis. Saya lebih sering mengaku dari Jogja, dan saya tidak mengaku dari Bali. Alasannya karena memang benar-benar ingin menikamti sebagai turis seutuhnya, walaupun dengan Continue reading “Bali di Mata Wisatawan”

MenanamĀ Uang

3aKegiatan ini berfungsi ganda, pertama soal konservasi lingkungan, dan kedua soal pengembangan ekonomi. Kegiatan ini adalah “Menanam Uang”, yaitu sebuah kegiatan yang menginvestasikan sejumlah uang untuk dibelikan bibit pohon sengon laut dan ditanam di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta – Jawa Tengah. Investasi di sektor produksi kayu sangat menjanjikan karena tren harga kayu selalu naik dan kebutuhan kayu selalu meningkat dari waktu ke waktu. Berikut ini mekanisme investasi Menanam Uang:

Bibit pohon Sengon Laut ini akan ditanam di lereng-lereng Gunung Merapi. Pemilihan jenis Sengon Laut ini, pertama karena relatif tahan dengan “Wedhus Gembel” atau awan panas yang meluncur ketika Gunung Merapi aktif, kedua karena produksinya relatif cepat, dan terakhir karena cukup baik untuk konservasi lingkungan. Menanam Uang ini dilakukan di lahan seluas 24 Hektar di lereng Gunung Merapi, tepatnya di lereng sisi Tenggara yaitu di Desa Sidorejo, Continue reading “MenanamĀ Uang”