Cara Sederhana Teknik Budidaya Lele

Jika kita menggunakan mesin pencari untuk mempelajari teknik budidaya lele, maka kita akan menemukan banyak sekali artikel yang mengulas tentang teknik budidaya lele. Tulisannya pun beragam dan dibuat dari pengalaman atau penelitian yang dilakukan.

Kali ini saya juga ingin berbagi pengalaman saya tentang cara atau teknik budidaya lele.

Budidaya lele tidak memerlukan cara perawatan yang rumit. Tidak perlu menggali tanah atau membuat kolam dan tidak perlu membuat kolam dari beton, tapi cukup menggunakan Continue reading “Cara Sederhana Teknik Budidaya Lele”

Perawatan Domba Bunting

Sebaiknya domba yang sudah dikawinkan dan sudah menunjukan tanda-tanda bunting dipisahkan dari pejantan, untuk menghindari sifat agresif dari domba pejantan yang ingin mengawini lagi. Proporsi pakan juga diatur.

Domba yang bunting sebaiknya tidak diberi pakan yang berlebihan. Pakan yang berlebihan bisa membuat induk domba menjadi gemuk dan atau janin domba menjadi besar sehingga akan menyusahkan proses melahirkan. Continue reading “Perawatan Domba Bunting”

Dalam Mimpi Pun Aku Memarahimu

Tadi malam aku mimpi. Mimpi marah-marah dan misuh-misuh (bahasa Jawa: mengumpat-umpat). Marah dan memisuhi siapa? Hehehehe… Ternyata sasaran kemarahanku adalah presiden republik Indonesia saat ini.

Mungkin kita semua sudah tahu (tapi bagi para penggemar setia pak Beye, mungkin kurang memerhatikan), bagaimana lambatnya dan tidak tegasnya bapak yang satu ini. Contoh terakhir adalah bencana di Wasior, Papua Barat.
Continue reading “Dalam Mimpi Pun Aku Memarahimu”

Perubahan Sosial yang Tidak Berubah

Saya bukan orang lama di dunia LSM. Ketika post ini saya tulis, saya baru menapak 7 tahun bergelut dengan aktif di dunia LSM. Emh.. mungkin saya tidak akan menggunakan kata LSM, tapi akan saya ganti dengan dunia Perubahan Sosial. Nah ini lebih tepat :). Karena perhatiannya bukan pada institusi LSM, melainkan sebagai sebuah gerakan perubahan sosial, sehingga aktornya menjadi beragam misalnya ormas, pemerintah, gerakan mahasiswa, perusahaan melalui CSR-nya, akademisi, dan yang lainnya.

Ada dua hal yang merisaukan saya dalam dunian perubahan sosial ini — sebenarnya ada lebih tapi kita fokus pada dua hal ini dulu saja. Dua hal ini mencuat dan ingin saya tuliskan di sini setelah berdiskusi tanpa henti selama dua hari bersama 7 orang teman. Btw, disksusi lebih melelahkan dibanding menyangkul. Serius lho.. Kalo menyangkul di sawah 2 hari, paling dibawa tidur akan segar lagi atau hanya pegal-pegal otot saja :p.
Continue reading “Perubahan Sosial yang Tidak Berubah”

Motorku :)

Pertanyaan yang sama selalu ditujukan padaku jika aku membawa motor ini, yaitu: “Motor apa sih ini? Koq bentuknya aneh?”

Ini adalah foto-foto motorku, semoga membantu untuk mengetahui motor apakah ini. Aku sengaja menuliskan ini karena terakhir kali di pom bensin, ada orang mengantri di belakangku sambil senyum-senyum nanya ke aku “Motor ini buatan pabrik apa, mas?” (woo… kurang ajar :p. Aku sering mendapatkan pertanyaan serupa di pom bensin :p). Continue reading “Motorku :)”

Jangan Pakai Amplop..! (bagian-2)

Masih tentang amplop. Amplop yang kumal dan lecek karena sudah dipakai berkali-kali hanya membawa si pencari sumbangan pada orang-orang yang “berkantong tipis” (seperti definisi pada tulisan pertama).

Jika memang benar panti asuhan atau yayasan sosial itu melakukan aksi nyata, maka ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menggali dana. Mudah-mudahan bukan lembaga fiktif ya.., yang hanya mencari keuntungan pribadi melalui mengemis dengan cara baru ini. Cara yang banyak digunakan oleh lembaga-lembaga sosial untuk mencari bantuan finansial adalah melalui bisnis filantropi.

Continue reading “Jangan Pakai Amplop..! (bagian-2)”

Jangan Pakai Amplop..! (bagian-1)

Apakah anda pernah mengambil uang di ATM? apapun jenis bank-nya, saya pikir kita akan mengalami hal yang sama.

Di beberapa lokasi ATM, khususnya yang lokasinya tidak menjadi satu dengan kantor bank, maka sering kita temui mas atau mbak yang berpakaian rapi dan siap menyodorkan amplop. Biasanya kalau pria akan menggunakan kemeja dan celana kain, dan sepatu, bahkan ada yang menggunakan baju koko. Kalau yang perempuan biasanya menggunakan jilbab. Intinya agar terlihat rapi dan ber-“iman”.
Continue reading “Jangan Pakai Amplop..! (bagian-1)”

Konflik Etnis dan Radio Komunitas

Rama, sekilas ketika mendengar nama ini pikiran kita langsung tertuju pada seorang tokoh pewayangan di kisah Ramayana. Seorang pangeran yang berjuang untuk merebut kembali istri tercintanya yang diculik oleh Raja Alengka, Rahwana. Tapi tunggu dulu, ini bukan akan menceritakan cerita wayang atau semacamnya.

Rama juga merupakan radio komunitas yang ada di Pontianak. Lokasinya hanya lima menit dari Tugu Khatuliswa atau sekitar tujuh menit dari pusat kota Pontianak. Nama Rama Continue reading “Konflik Etnis dan Radio Komunitas”