Social Entrepreneurs dan Business Plan

Melanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul Pentingnya Business Plan pada Startup bahwa hal serupa juga terjadi pada gerakan-gerakan sosial. Gerakan sosial, yang dalam konteks ini banyak diprakarsai oleh LSM, yayasan, ormas, perkumpulan, atau bentuk-bentuk organisasi sosial lainnya, juga membutuhkan perencanaan bisnis.

social-entrepreneur-word-cloud-1Dekade akhir ini juga banyak yang membicarakan mengenai social entrepreneur atau sering disamaartikan dengan social business. Ini adalah penggabungan antara dua pemikiran yaitu pola perubahan sosial yang mengutamakan keadilan dan kesetaraan dalam pembagian keuntungan serta membawa dampak perubahan sosial yang lebih baik, yang digabungkan dengan pola berpikir bisnis.

Sejauh ini, Artikulpi masih menganut paham ini, social entrepreneur. Produk dan layanan jasa yang ditawarkan masih dalam frame ini, walaupun belum sepenuhnya optimal karena berbagai keterbatasan.

Pemilihan strategi ini dilatarbelakangi dari pengalaman dan pengamatan bahwa gerakan sosial selama ini, khususnya di Indonesia, selalu tidak sustain. Bukan persoalan pada ketergantungan pada donor/funding, tapi soal tidak mampu berpikir secara mandiri dan benar-benar berdiri sendiri. Sekali lagi, ada atau tidaknya donor bukanlah persoalan dan indikator utama. Tapi cara berpikir mengenai keberlanjutanlah yang utama.

Salah satu yang utama untuk berbicara keberlanjutan adalah business plan. Tidak mungkin bisa sustain jika tidak ada business plan yang jelas. Contohnya saja www.pasarkomunitas.com yang dulu saya bangun dan kelola selama lebih dari 2 tahun. Contoh lainnya adalah www.suarakomunitas.net yang sejauh saya tahu tidak pernah secara serius berpikir mengenai business plan. Contoh lainnya makeitfossible.web.id dan gerakan-gerakan open source di Indonesia, yang hanya hidup kalau pengelolanya punya waktu kosong dan kalau ada yang membiayai. Dan masih banyak sekali contoh lainnya yang tidak perlu disebutkan satu per satu.

Seperti pada tulisan Pentingnya Business Plan pada Startup bahwa sehebat apapun ide yang dimiliki, jika tidak dibarengi dengan business plan yang dasyat maka ide tersebut jika diimplementasikan akan mati dalam sekejap. Kecuali anda memiliki keberuntungan yang dasyat juga seperti dijelaskan pada tulisan pertama itu.

Maka, secara sederhana dan penuh pereduksian makna bisa disimpulkan bahwa ketika menyusun sesuah kegiatan sosial maka harus dipikirkan juga bagaimana memutar uang dari kegiatan tersebut, agar semua biaya operasional bisa terpenuhi dan orang-orang yang terlibat bisa dibayar secara profesional. Jika tidak mampu melakukan hal ini, maka hentikan saja segera embel-embel perjuangan sosial yang disematkan pada kegiatan anda karena sebenarnya itu hanya kegiatan membuang-buang uang semata.

Nanti saya akan lanjut secara perlahan mengenai business plan pada social enterpreneurship karena saya pun masih belajar di dalamnya.

One Reply to “Social Entrepreneurs dan Business Plan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *