Pertumbuhan OpenBTS: Euforia Telekomunikasi “Gratis”

banner_openbts

OpenBTS seringkali dikaitkan dengan cara berkomunikasi yang berbiaya rendah atau bahkan gratis. Wacana ini merebak ketika perang tarif yang dilakukan oleh para operator seluler. Masing-masing operator mengklaim harga murah dan fasilitas maksimal, baik pada fasilitas voice maupun data. Namun pada kenyataannya dalam perang tarif ini, konsumen di Indonesia tidak bisa berbuat banyak karena semuanya tergantung pada operator-operator itu sendiri. Belum lagi banyak keluhan mengenai layanan-layanan premium atau penipuan melalui jaringan seluler.

Di satu sisi, pertumbuhan pengguna mobile phone bertambah pesat, sebesar 89% atau 210 juta orang (We Are Social file presentation, December 2011). Ini berarti menambah semakin besarnya peluang pasar di Indonesia. Semakin besar pasar juga harusnya diikuti oleh semakin besar proteksi dari negara yang diberikan dan layanan maksimal dari operator. Continue reading “Pertumbuhan OpenBTS: Euforia Telekomunikasi “Gratis””

Bukan Persoalan Teknologi, Tapi Soal Kemauan

Keterbukaan-informasi-publik

Dulu saya sering mendengar bahwa teknologinya canggih banget, kita, Indonesia, tidak mampu untuk melakukannya. Namun hal ini tampaknya tidak berlaku lagi dan sangat jarang saya menemui kalimat ini lagi. Seperti yang kita tahu bahwa teknologi informasi membawa banyak perubahan termasuk transfer teknologinya (Ini tidak usah dibahasi karena sudah banyak yang lebih canggih membahasnya).

Yang menarik adalah ‘gunjingan’ itu berbalik. Teknologinya dan secara teknis bisa dilakukan, namun apakah sudah siap untuk melakukannya. Banyak contohnya, salah satunya adalah Penerapan UU KIP (Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik) pada lembaga-lembaga pemerintah. Contoh lainnya adalah ada sangat banyak teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan pekerjaan atau pelayanan pada masyarakat, dan harganya pun relatif tidak mahal. Tapi nyatanya tidak diterapkan.  Continue reading “Bukan Persoalan Teknologi, Tapi Soal Kemauan”

Penipuan Online: Tips Untuk Menghidarinya

Screen Shot 2013-07-12 at 5.13.09 PM

Gambar Iklan Penipuan

Pada tanggal 11 Juli 2013, saya memutuskan untuk mengiklankan sepeda kesayangan saya di Bukalapak.com dan Tokobagus.com. Saya memilih dua e-market besar ini karena jumlah transaksi yang terjadi di dalamnya cukuplah banyak. Bahkan, di saat yang sama juga mencari rumah kontrakan, menemukan fakta bahwa iklan rumah yang dipublikasikan sekarang di Tokobagus.com dalam hitungan jam atau 1-2 hari sudah laku. Artinya trafik pada pada web ini sangat besar.

Sedangkan, memilih Bukalapak.com karena pada website ini banyak para penggemar sepeda yang melakukan transaksi jual beli. Saya cukup kaget juga, setelah hampir 1,5 tahun tidakmembuka Bukalapak.com. Sekarang proses pendaftaran dan transaksi dibuat sedemikian rupa sehingga meminimalisir penipuan baik pada pembeli maupun penjual. Sistem yang dibangun menurut saya cukup ciamik, rapi, dengan navigasi yang enak.

Continue reading “Penipuan Online: Tips Untuk Menghidarinya”