Penipuan Online: Tips Untuk Menghidarinya

Screen Shot 2013-07-12 at 5.13.09 PM

Gambar Iklan Penipuan

Pada tanggal 11 Juli 2013, saya memutuskan untuk mengiklankan sepeda kesayangan saya di Bukalapak.com dan Tokobagus.com. Saya memilih dua e-market besar ini karena jumlah transaksi yang terjadi di dalamnya cukuplah banyak. Bahkan, di saat yang sama juga mencari rumah kontrakan, menemukan fakta bahwa iklan rumah yang dipublikasikan sekarang di Tokobagus.com dalam hitungan jam atau 1-2 hari sudah laku. Artinya trafik pada pada web ini sangat besar.

Sedangkan, memilih Bukalapak.com karena pada website ini banyak para penggemar sepeda yang melakukan transaksi jual beli. Saya cukup kaget juga, setelah hampir 1,5 tahun tidakmembuka Bukalapak.com. Sekarang proses pendaftaran dan transaksi dibuat sedemikian rupa sehingga meminimalisir penipuan baik pada pembeli maupun penjual. Sistem yang dibangun menurut saya cukup ciamik, rapi, dengan navigasi yang enak.

Sebaliknya, strategi bisnis yang dijalankan Tokobagus.com memudahkan para pemasang iklan dan tidak perlu register ‘ribet’ seperti Bukalapak.com saat ini. Karena kemudahan ini ternyata benar dugaan saya, rawan penipuan. Ini lah yang saya rasakan di Tokobagus.com dan semoga bisa menjadi perbaikan untuk kita bersama.

Jika tidak salah, beberapa jam setelah Sepeda saya iklankan ada iklan penipuan. Ini saya ketahui saat besoknya iseng-iseng saya mengecek posisi iklan saya di mesin pencari Tokobagus.com. Saya menggunakan kata kunci “patrol 512” (ini nama dari frame sepeda yang saya gunakan). Alangkah kagetnya saya, saya menemukan dua iklan yang sama seperti gambar di bawah ini.

Screen Shot 2013-07-12 at 5.12.14 PM

Gambar (1) Perbadingan Iklan Penipuan (atas) dan Asli (bawah) 

Screen Shot 2013-09-19 at 11.40.10 AM

Gambar (2) Perbadingan Iklan Penipuan (atas) dan Asli (bawah) 

Yang berbeda cuma harga yang dibuat menjadi super murah dan kontak person saya diganti. Selebihnya copy-paste semua, sampe titik dan komanya sama. Segera saya laporkan iklan penipuan ini ke fasilitas yang disedikan di Tokobagus.com.

Setahu saya, semakin mudah iklan dibuat maka semakin mudah untuk membuat iklan penipuan. Dengan trafik yang tinggi, tentu potensi penipuan di Tokobagus.com mungkin juga tinggi. Ini asumsi saya semata, tidak berdasarkan data kongkrit. Koreksi jika saya salah.

Namun sayangnya responnya kurang memuaskan menurut saya. Tidak ada komunikasi setelah pelaporan dilakukan, dan responnya pun terbilang telat. Sampai besok harinya iklan penipuan masih terpajang. Bahkan sampai saat ini link penipuan masih bisa dicari, setidaknya ketika tulisan ini dibuat, namun ketika diklik akan mengarah pada daftar pencarian yang baru. Mungkin juga karena saya buka anggota premium ya, sehingga fasilitas yang saya dapatkan ala kadarnya juga.

Nah, oleh sebab itu, ada baiknya kita semakin berhati-hati dalam bebelanja online. Untuk konteks Tokobagus.com atau mungkin yang lain juga, ini beberapa tips untuk menghindarkan diri dari penipuan. Tips semacam ini sudah banyak diulas, tapi tidak apa-apa jika dituliskan lagi agar penipuan semakin bisa ditekan.

1. Perhatikan gambar. Di gambar pertama di atas, tampak iklan palsu memiliki tumbnail image yang memiliki logo “Toko Bagus” di dalamnya. Sedangkan gambar saya asli tidak ada logo Tokobagus. Logo Tokobagus.com hanya ada saat kita masuk ke halaman iklan dan melihat gambar dalam ukuran yang besar. Namun ini perlu dibuktikan lagi, karena ini murni pengalaman saya. Mungkin saja pengalaman orang lain berbeda soal logo Tokobagus ini.

Screen Shot 2013-08-01 at 5.40.17 PM

2. Perhatikan harga. Jika ada yang menawarkan barang dnegan harga yang murah dan di bawah standar maka kita harus awas tingkat tinggi. Biasanya penipu menurunkan harga 20-30% di bawah harga standar. Tapi dalam kasus saya penipu menurukan harga sampai 40%.

3. Double check. Jika menemukan barang yang anda sukai, cobalah untuk mengecek pada web market tersebut apakah ada iklan sejenis. Coba cek juga pada web-web market lainnya misalnya Berniaga, Bukalapak, Tokobagus, Kaskus, atau yang lainnya. Siapa tau penipu copy-paste dari iklan lainnya.

4. Perhatikan alamat. Jika penjual asli pasti akan memberikan alamat terang dan mau jika diajak COD (cash on delivery). Sedangkan penipu akan membuat alamatnya jauh dari “pusat keramaian” sehingga menyulitkan untuk COD atau bertemu langsung.

5. Gunakan Rekber (rekening bersama). Untuk yang tidak bisa COD dan belum terlalu percaya baik pada penjual dan pembeli, sangat direkomendasikan menggunakan rekber. Web market seperti Tokopedia dan Bukalapak menyediakan mekanisme rekber dalam mekanisme bisnis mereka. Ini menghindarkan kita dari penipuan dan transaksi yang aman.

6. Perhatikan reputasi. Setiap penjual akan memiliki reputasi dan beberapa barang yang sudah dijual. Penipu biasanya hanya punya satu iklan dan akunnya pun baru. Tapi bukan berarti semua pengiklan baru dan memiliki satu iklan adalah penipu ya. Hehehe.. ini adalah kecenderungannya saja. Reputasi bisa dilihat dari profil penjual yang biasanya bisa diakses secara bebas.

One Reply to “Penipuan Online: Tips Untuk Menghidarinya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *