Permainan (ice breaking)_part 6: Hidung dan Jari

Vinci_15_fingerNose-784238Ini merupakan permainan untuk melatih koordinasi antara kemampuan visual kita dengan refleks yang kita miliki. Permainan ini diinspirasikan dari liputan khusus dari National Geographic mengenai cara kerja otak.  

Permainannnya cukup sederhana dan tanpa alat bantu, namun sangat membantuk membuat suasana menjadi cair dan mengembalikan konsentrasi dari para peserta, jika dilakukan pada sesi pelatihan. Berikut urutan-urutan permainannnya:

1. Semua peserta menunjuk hidung masing-masing dengan telunjuk kanannya. Sedangkan tangan kiri terbuka lebar di atas bahu seperti orang sedang melambaikan tanggan. Setiap jari di tangan kiri terbuka lebar. Usahakan tangan kiri ini tidak terlihat oleh mata.

2. Instruksikan pada peserta untuk menunjuk jari tengah tangan kiri dengan telunjuk tangan kanan. Setelah itu, telunjuk kembali ke hidung dan instruksikan lagi menunjuk jari kelingking. Lakukan seterusnya secara acak untuk menunjuk jari-jari tangan kiri. Syarat permainan ini, mata kita tidak boleh menoleh jari-jari di tangan kiri. Mata harus fokus ke depan.

3. Ganti posisi, telunjuk tangan kiri yang menempel di hidung dengan jari-jari tangan kanan terbuka lebar di atas. Lakukan instruksi seperti awal tadi.

4. Tanyakan pada semua peserta, apakah ada kesulitan dalam melakukan hal ini? Hampir semua peserta tidak akan kesulitan melakukan hal ini.

5. Kemudian, mintalah pada semua peserta untuk menutup rapat mata mereka. Bila perlu menggunakan penutup mata. Posisi telunjuk tangan kanan di hidung dan jari-jari tangan kiri terbuka lebar di atas bahu kiri.

6. Lakukan instruksi yang sama seperti permainan sebelumnya. Telunjuk tangan kanan menunjuk salah satu jari di tangan kiri. Perintahkan menunjuk jari secara acak.

7. Tanyakan apa yang terjadi.

Hampir sebagian besar orang akan mengalami kesulitan untuk menunjuk salah satu jari ketika mata tertutup. Telunjuk tidak langsung tepat mengenai jari-jari yang terbuka lebar di atas bahu kita. Namun biasanya, sekali sudah mengenai salah satu jari maka untuk menunjuk jari-jari selanjutnya akan lebih mudah.

Kuncinya ternyata otak kita membutuhkan visualisasi ruang. Ketika mata kita terbuka, maka otak kita bekerja untuk melakukan visualisasi terhadap ruang yang ada di sekitar kita sehingga dengan akurat otak bisa memerintahkan jari telunjuk kita untuk menggapai jari-jari di tangan yang lain. Walaupun mata kita secara tidak langsung tidak melihat jari-jari tersebut.

Hal ini akan sangat berbeda apabila mata kita ditutup. Otak kita tidak mendapat informasi mengenai keadaan ruang di sekitar kita, oleh sebab itu otak kita tidak mempunyai gambaran visual ruang sehingga otak kita tidak bisa menentukan arah yang tepat dan akurat. Namun sekalinya kita berhasil menunjuk jari, maka pelan-pelan otak kita menciptakan gambaran ruang imaginer sehingga dengan mudah menemukan jari-jari selanjutnya.

Permainan ini sangat membantu agar kita menjadi lebih fokus. Khususnya menjadi ice breaking atau permainan di dalam kelas. Bisa dilakukan dalam pelatihan, seminar, atau workshop.

Jika para peserta merasa perlu tantangan lebih dalam permainan ini, maka tingkat kesulitannya bisa dilipatkan. Misalnya:

1. Lakukan posisi seperti semula yaitu telunjuk kanan kita berada di hidung. Namun kali ini, lakukan di hidung teman sebelah kanan kita. Setiap peserta harus menoleh ke depan, tidak boleh menoleh ke samping kiri atau kanan.

2. Instruksikan untuk telunjuk tersebut meraih jari-jari di tangan kiri. Lakukan secara acak, dan tingkatkan tempo permainan.

3. Jika peserta masih kurang puas, maka minta semua peserta untuk menutup mata dan menaruh telunjuk mereka di hidung kawan di sebelah kanannya.

Dengan model permainan ini akan membuat kelas menjadi ramai dan penuh tawa karena akan sangat banyak orang yang salah menunjuk hidung kawan di sebelahnya.

Ingat, setiap instruksi untuk memindahkan telunjuk dari hidung ke salah satu jari, maka sebelum beralih menunjuk jari yang lain, telunjuk tersebut harus kembali ke pangkalan yaitu hidung. Telunjuk tidak boleh langsung berpindah dari satu jari ke jari lain tanpa kembali ke hidung terlebih dahulu. Contoh: Instruksi tunjuk jari tengah, kemudian tunjuk jari manis, maka sebelum menunjuk jari manis tersebut telunjuk harus kembali ke hidung terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *