Part 1: Startup antara Bisnis dan Teknis

Sumber foto: beatsuite.com
Sumber foto: beatsuite.com

Indonesia sedang menggeliat dalam hal menumbuhkan dan mendorong perkembangan startup. Hampir setiap bidang ada startup yang berdiri, dari transportasi sampai masalah kesehatan, selalu ada inovasi-inovasi baru  yang muncul dari jiwa-jiwa enerjik dalam startups.

Startup atau perusahaan rintisan memiliki definisi yang luas dan masih diperdebatkan, namun secara umum seperti yang didefinisikan oleh Small Business Administration dari pemerintah Amerika yang menyatakan Startup adalah “business that is typically technology oriented and has high growth potential“.[1]

Gelombang ini terjadi mendunia, Indonesia termasuk negara yang relatif terlambat merespon perkembangan ini namun bukan berarti ketinggalan. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi juga merespon misalnya melalui program-progam yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), dan Paket Ekonomi Jilid XIV.

Bekraf memiliki program untuk mendorong startups misalnya dengan menerbitkan Peraturan Kepala Badan Ekonomi Kreatif no 10 tahun 2016 tentang Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pendanaan Awal Rintisan Usaha Bisnis (startup), melakukan inkubasi atau pembinaan terhadap startup, dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mempertemukan startup dengan investor-investor serta membuat acara berskala internasional untuk mempertemukan para startups.[2]

Pada 2 September 2016, Presiden Jokowi mengunjungi Alibaba dan disambut langsung oleh Jack Ma, pendiri dari E-commerce di dunia.[3] Jokowi juga meminta keterlibatan Jack Ma untuk membantu perkembangan E-commerce di Indonesia.[4],[5] Setelah pertemuan ini, Presiden Jokowi juga mengeluarkan Paket Ekonomi Jilid XIV yang juga mengatur soal E-commerce dan perusahaan digital di Indonesia. Pengaturan ini akan dituangkan ke dalam Peraturan Presiden (Perpres).[6]

Tidak sampai di situ, Kemkominfo bersama Kibar, perusahaan inkubasi, menjalankan gerakan 1000 Startups di Indonesia sampai tahun 2020. Tiap tahun gerakan ini menargetkan mampu melahirkan 200 startups, dari 4000 peserta yang dijaring di tahap awal.[7] Gerakan ini memperoleh banyak apreasiasi sekaligus pesimisme dan kritikan dari banyak pihak di saat yang sama karena gerakan ini terlalu ambisius.

Salah satu kritikan yang banyak dijadikan referensi adalah tulisan-tulisan dari Joshua Partogi, seorang tokoh dalam dunia software developer di Indonesia.[8] Dalam beberapa tulisannya, Joshua Partogi, mengkritisi dengan gamblang mengenai ide pemerintah untuk menargetkan 1000 startups sampai tahun 2020. Bagi Joshua, ini adalah ambisi yang tidak memiliki dasar yang kuat. Ini lebih merupakan pengembangan bisnis semata dan melupakan sisi teknis yang sebenarnya adalah tulang punggung dari dunia startup.[9]

Pengembangan startup yang memikirkan dengan baik dari sisi teknis maupun dari sisi bisnis dilakukan oleh beberapa negara tetangga, yang melakukan jalan panjang, strategis, dan serius untuk mengembangkan ekosistem startup yang kuat. Joshua Partogi menyebutkan ada tiga negara yang bisa dijadikan referensi untuk Indonesia untuk membangun startup teknologi yang kuat yaitu Australia, Singapura, dan Korea Selatan. Pada tulisan ini membahas Australia sebagai negara yang bisa dijadikan contoh untuk Indonesia dalam pengembangan ekosistem startup.



[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Startup_company

[2] http://www.bekraf.go.id/

[3]http://nasional.kompas.com/read/2016/09/02/22555181/kunjungi.markas.alibaba.group.di.china.jokowi.disambut.jack.ma

[4] http://autotekno.sindonews.com/read/1137743/133/jack-ma-jadi-penasihat-e-commerce-presiden-jokowi-1473320770

[5] http://www.thejakartapost.com/news/2016/11/12/jack-ma-not-canceling-on-indonesia.html

[6] http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3308207/paket-kebijakan-ekonomi-xiv-jokowi-terkait-e-commerce-segera-diluncurkan

[7] https://1000startupdigital.id/i/

[8] https://medium.com/@jpartogi

[9] https://medium.com/modern-management/menjadikan-industri-software-development-di-indonesia-kurang-f-cked-up-4d407867fe6#.qjdb2ibbi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *