Part 2: Kenapa Harus Mendorong Startup

Sumber foto: markglobal.com/
Sumber foto: markglobal.com/

Saat ini hampir semua negara, sedang menghadapi sebuah proses transisi dari ekonomi yang tergantung pada sumberdaya alam, industri primer, dan bisnis yang fokus pada pasar domestik menjadi ekonomi yang berdasarkan pengetahuan atau knowledge-intensive business yang bersaing secara global.[1] Berdasarkan proyeksi ekonomi, teknologi startup di Australia juga memiliki potensi yang besar seperti yang disebutkan berikut:

The Australian tech startup sector has the potential to contribute $109 billion or 4% of GDP to the Australian economy and 540,000 jobs by 2033 with a concerted effort from entrepreneurs, educators, the government and corporate Australia.[2]

Oleh sebab itu, kebijakan nasional untuk perkembangan inovasi dan entrepreneurship adalah sebuah kebutuhan yang pasti. Tanpa tindakan yang nyata untuk melakukan transisi ekonomi ini maka hanya akan menciptakan industri yang tidak kompetitif dan menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi. Langkah persiapan harus dilakukan mulai saat ini, jika tidak maka generasi-generasi mendatang akan menanggung beban yang berat.[3]

Model transisi ini yang dilakukan oleh pemerintah Australia juga harus ditiru oleh pemerintah Indonesia. Sama seperti Australia, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google dan Tamasek Research yang menyatakan bahwa pada tahun 2025 pertumbuhan pasar digital di Asia Tenggara akan tumbuh enam kali lipat menjadi 200 miliar USD, dimana Indonesia akan menguasai 52% dari perdagangan ecommerce tersebut. [4]

Saat ini, kurang lebih ada 7000 startup di Asia Tenggara dengan 80% berada di Indonesia, Singapore, dan Vietnam, atau Indonesia terbanyak yaitu sekitar 2033 startup. Sedangkan investasi pada startup terjadi kurang lebih 88% di Indonesia dan Singapore saja.[5]

Pada titik ini, kita bisa melihat bahwa kita memang benar-benar berada di masa transisi menuju knowledge-intensive economy. Australia sebagai negara tetangga sudah memulai sejak lebih dari 5 tahun lalu dengan memberikan respon yang serius.[6] Saat ini, Indonesia juga seharusnya belajar untuk memberikan respon serupa dalam proses transisi ini.



[1] Crossroads 2015 halaman 2

[2] The startup economy: how to support tech startups and Accelerate Australian innovation. PWC. Halaman 2

[3] Crossroads 2015 halaman i

[4] E-conomy SEA: unlocking the $200 billion digital opportunity in Southeast Asia halaman 14

[5] ibid halaman 23 – 25

[6] Crossroads-2015 halaman 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *