Part 5: Dukungan Pendanaan Startup

Sumber foto: fundersandfounders.com
Sumber foto: fundersandfounders.com

Pembentukan budaya entrepreneurship seperti yang dijelaskan di atas sangat dipengaruhi oleh banyak faktor keterbukaan dan urban density. Namun selain faktor tersebut, ada juga yang bepengaruh kuat dalam menciptakan ekosistem yang kuat agar startup bisa bertumbuh kembang dengan baik yaitu faktor pendanaan.

Startup yang baru tumbuh akan memiliki persoalan pokok dan mendasar yaitu persoalan pendanaan. Dengan budaya entrepeneur yang bagus tentunay mendorong banyak orang untuk terlibat di dalam dunia startup. Namun itu saja belum cukup, harus juga didukung oleh pendanaan agar startup tumbuh menjadi usaha yang sehat dan berkembang pesat.

Pada konteks ini, ada secara umum ada dua jenis pendanaan yang pada umumnya ditempuh oleh starup yaitu pendanaan awal dari negara dan investasi dari venture capital. Sudah pasti bahwa jika sebuah negara ingin memajukan ekonominya harus melihat fenomena ini sebagai peluang.

Kebijakan pemerintah yang komprehensif harus segera diambil dan dilaksanakan sebagai transisi ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, termasuk memberikan dukungan pendanaan agar industri ini tumbuh. Tanpa aksi yang nyata, ekonomi Australia di masa mendatang akan tidak berkembang, menciptakan banyak pengangguran, dan tertinggal dari negara-negara yang melakukan inovasi dengan cepat. [1]

Dalam kaitannya dengan dukungan pemerintah, dukungan harus diberikan khususnya di awal-awal pendirian startup. Ini karena masa-masa awal inilah masa kritis dan berisiko tinggi. Namun dibandingkan dengan negara-negara maju, Australia termasuk negara yang memiliki angka investasi yang rendah untuk mendukung starup. [2]

Sydney misalnya sebagai sebuah kota yang dianggap sebagai Startups City, pemerintahnya memberikan insentif dan inisiatif untuk membantu para startups untuk terus mengembangkan bisnisnya. Bantuan diberikan dalam bentuk pendanaan, networking, dan insentif riset dan pengembangan. Hal ini juga dilakukan di kota-kota lainnya di Australia.[3]

Sedangkan di Indonesia, dukungan dari pemerintah untuk startup teknologi masih tergolong lambat. Dukungan saat ini misalnya dari Bekraf dengan Peraturan Kepala Badan Ekonomi Kreatif no 10 tahun 2016 tentang pemberian bantuan awal bagi startups. Sedangkan pada bulan November 2016, pemerintah juga mengeluarkan Paket Ekonomi jilid XIV yang juga memberikan dukungan pendanaan, serta insentif-insentif lainnya – seperti pendidikan dan sumber daya manusia, logistik, infrastruktur komunikasi,  perpajakan, perlindungan konsumen, dan keamanan siber – untuk mendorong startups khususnya di bidang ecommerce.[4]

Dukungan pendanaan lainnya adalah melalui investasi dari venture capital (VC). Dukungan yang diberikan harus mampu mendorong pertumbuhan startup dan menggairahkan para pegiat startup untuk mengembangkan usahanya. Dengan dukungan dari VC ini juga menyuburkan budaya entrepreneur karena dukungan pendanaan seperti memberi pupuk dalam perkembangan budaya entrepreneur.

Tercatat di Indonesia pada tahun 2014 terdapat 36 startup yang mendapat pendanaan. Setiap bulan sekitar dua sampai tiga startup yang mendapat pendanaan. Sedangkan di tahun 2015 terjadi investasi  sebanyak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tercatat 62 startups yang mendapat investasi, namun 47 dari 62 startups tersebut tidak menyebutkan angka investasinya. Artinya ada sekitar enam sampai tujuh startup yang mendapat pendanaan setiap bulannya. Angka-angka ini belum meliputi investasi-investasi yang tidak diumumkan secara luas misalnya mendapat pendanaan dari akselerator, inkubasi, crowdfungding, dan sumber-sumber pendanaan lainnya. Ini artinya angka yang tercatat masih jauh lebih rendah dibanding investasi yang sebenarnya terjadi.[5]

Pertumbuhan investasi di Indonesia melesat cepat dua tahun terakhir. Di tahun 2010 sampai 2013, pertumbuhan investasi relatif lambat, namun terjadi loncatan yang sangat tinggi pada tahun 2014 dan 2015.[6] Ini bisa jadi indikator bahwa baik secara ekosistem dan kepercayaan investor semakin menguat untuk startup teknologi di indonesia.



[1] Crossroads 2015 halaman i

[2] Startup ecosystem mapping report halaman 10

[3] https://www.techinasia.com/talk/startup-cities-growing

[4] Ringkasan Peta Jalan Ecommerce Indonesia halaman 2

[5] https://www.techinasia.com/indonesias-startup-funding-exploded-2015-infographic

[6] https://www.techinasia.com/ndonesia-startup-funding-up-to-2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *