Beternak Lele dan Kambing

Lele 1Saya sudah mencoba beternak lele dan beternak kambing atau domba, bahkan membuka warung makan. Sebagian cara beternak atau tips beternak sudah saya tuliskan di blog ini. Namun sayangnya, semua usaha atau bisnis peternakan tersebut tidak berjalan mulus. Ada banyak faktor penyebabnya, mari kita bahas satu persatu dan semoga jadi pembelajaran bagi kita semua.

Ketergantungan Bahan Pakan

Salah satu pengeluaran terbesar dalam beternak lele adalah biaya pakan. Harga pakan terakhir saya tidak tahu, tapi biasanya biaya pakan bisa mencapai 70% untuk peternakan lele. Kolam lele dan beli bibit tidak seberapa dibanding biaya pakan. Keuntungan yang diperoleh menjadi tipis karena biaya pakan yang mahal.

Continue reading “Beternak Lele dan Kambing”

Cara Sederhana Teknik Budidaya Lele

Jika kita menggunakan mesin pencari untuk mempelajari teknik budidaya lele, maka kita akan menemukan banyak sekali artikel yang mengulas tentang teknik budidaya lele. Tulisannya pun beragam dan dibuat dari pengalaman atau penelitian yang dilakukan.

Kali ini saya juga ingin berbagi pengalaman saya tentang cara atau teknik budidaya lele.

Budidaya lele tidak memerlukan cara perawatan yang rumit. Tidak perlu menggali tanah atau membuat kolam dan tidak perlu membuat kolam dari beton, tapi cukup menggunakan Continue reading “Cara Sederhana Teknik Budidaya Lele”

Perawatan Domba Bunting

Sebaiknya domba yang sudah dikawinkan dan sudah menunjukan tanda-tanda bunting dipisahkan dari pejantan, untuk menghindari sifat agresif dari domba pejantan yang ingin mengawini lagi. Proporsi pakan juga diatur.

Domba yang bunting sebaiknya tidak diberi pakan yang berlebihan. Pakan yang berlebihan bisa membuat induk domba menjadi gemuk dan atau janin domba menjadi besar sehingga akan menyusahkan proses melahirkan. Continue reading “Perawatan Domba Bunting”

Investasi Domba garut

Domba Garut adalah domba yang sangat terkenal di Indonesia. Domba ini terkenal karena produktivitas yang tinggi baik dari segi pertambahan berat badan dan reproduksinya lebih baik. selain itu kualitas dagingnya juga unggulan.
Menurut para pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan antara domba lokal, Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino yang dibentuk kira-kira pada pertengahan abad ke 19 (±1854) Continue reading “Investasi Domba garut”

Menanam Pohon

Iseng membuka-buka kompas.com yang akhirnya menemukan ini http://rafflesia.wwf.or.id/cfootprint/?l=en. Software semacam ini sudah banyak dikembangkan oleh berbagai pihak, tujuannya sama yaitu untuk mengukur berapa jumlah karbon yang digunakan dan berapa jumlah kompensasi yang harus diberikan untuk mengurangi karbon tersebut.

Dalam pengkuran itu, saya menghasilkan karbon 3,95 ton pertahun!!! Waawwww… banyak sekali!!! Software ini juga menyarankan untuk menanam setidaknya 12 pohon sebagai kompensasi terhadap karbon yang saya hasilkan. Ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan.
Continue reading “Menanam Pohon”

Menanam Uang

3aKegiatan ini berfungsi ganda, pertama soal konservasi lingkungan, dan kedua soal pengembangan ekonomi. Kegiatan ini adalah “Menanam Uang”, yaitu sebuah kegiatan yang menginvestasikan sejumlah uang untuk dibelikan bibit pohon sengon laut dan ditanam di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta – Jawa Tengah. Investasi di sektor produksi kayu sangat menjanjikan karena tren harga kayu selalu naik dan kebutuhan kayu selalu meningkat dari waktu ke waktu. Berikut ini mekanisme investasi Menanam Uang:

Bibit pohon Sengon Laut ini akan ditanam di lereng-lereng Gunung Merapi. Pemilihan jenis Sengon Laut ini, pertama karena relatif tahan dengan “Wedhus Gembel” atau awan panas yang meluncur ketika Gunung Merapi aktif, kedua karena produksinya relatif cepat, dan terakhir karena cukup baik untuk konservasi lingkungan. Menanam Uang ini dilakukan di lahan seluas 24 Hektar di lereng Gunung Merapi, tepatnya di lereng sisi Tenggara yaitu di Desa Sidorejo, Continue reading “Menanam Uang”

Antara Kemiskinan dan Pandemi Flu

Beberapa bulan ini saya disibukan dengan soal ekonomi masyarakat dan soal pandemi flu. Dua hal yang sangat berbeda, tapi bagi saya dua hal ini merupakan hal yang fundamental bagi peradaban manusia. Cieh.. peradaban gitu loh :).

Pertama, menyangkut soal pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Kemiskinan adalah kejahatan utama yang ada dalam hidup manusia. Kemiskinan adalah momok bahkan bisa dibilang penyakit kronis yang harus segera diobati sampai akar-akarnya. Yup, peradaban manusia rawan lebih terjerembab ke lembah yang berdasar jika persoalan ekonomi ini tidak kunjung tuntas.
Continue reading “Antara Kemiskinan dan Pandemi Flu”

Bercacing

Bertani organik dan subsisten bukanlah hal yang sulit dilakukan. Siapapun bisa melakukannya. Berikut ini saya mau 01berbagi pengetahuan tentang mengembangbiakan cacing. Cacing dalam siklus rantai makanan dalam sebuah ekosistem berada pada urutan terbawah. Dia adalah mahluk pengurai. Nah, karena cacing adalah makhluk yang berada pada urutan terbawah dalam jaring makanan, maka keberadaannya sangat penting dan  merupakan keharusan. Apalagi bagi orang-orang yang sudah memulai menanam dengan cara organik, silakan memikirkan tentang peranan cacing lagi. Artikel ini dibuat dari pengalaman sendiri dan hasil berguru pada Empu Baning.

Cacing adalah salah satu kunci yang menentukan kesuburan tanah. Semakin banyak cacing di sebuah area, maka semakin subur pula area tersebut. Cacing adalah salah satu indikator untuk melihat kesuburan tanah. Tidak itu saja, cacing adalah sumber protein tinggi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk manusia. Cacing juga bisa menguraikan sampah menjadi bahan-bahan organis yang sudah terurai dan tidak berbahaya lagi. Oleh karena itu, cacing sangat penting berperan dalam pertanian terpadu (integrated farming). Mari kita membuat simulasi sederhana tentang pertanian terpadu khususnya yang berkaitan pengembangan dan peranan cacing.

Continue reading “Bercacing”

Mekanisme Usaha Gaduh Domba Jenis Kibas (Ekor Gemuk)

(web Pasar Komunitas belum jadi, nitip artikel di sini bentar ya 🙂 )

Gaduh berasal dari bahasa Jawa yang secara sederhana dapat diartikan sebagai seseorang yang memberikan modal yang dimilikinya untuk dikembangkan orang lain. Gaduh biasanya diterapkan pada peternakan dengan mekanisme bagi hasil antara peternak dan pemilik modal. Mekanisme gaduh ini telah terbukti saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, pemilik modal dan pedomba21ternak.

Radio Komunitas Lintas Merapi, Kelompok Ternak Ngudi Rukun, dan Pasar Komunitas mengembangkan manajemen investasi online. Pemodal dan peternak yang saling berjauhan mampu berkomunikasi secara vitual dalam fitur yang sudah disediakan di website Pasar Komunitas.

Continue reading “Mekanisme Usaha Gaduh Domba Jenis Kibas (Ekor Gemuk)”